1/08/2016

Saat Bayi Panas, Jangan Panik! Inilah Cara Menurunkan Panas Pada Bayi

Mengatasi Demam Bayi

Firdaus45 - Cara menurunkan panas pada bayi | Balita yang masih berusia di bawah 1 tahun memang rentan sekali terkena penyakit. 

Saat bayi terkena demam atau panas, sea cara refleks pasti anda akan memberikan tindakan pencegahan dengan mengkompres tubuh bayi.

Namun, sudahkah tindakan yang Anda lakukan itu benar? 

Menurunkan demam dengan cara mengkompres memang sudah dapat meredakan demam bayi. Anda akan merasa lega bila panas bayi sudah mulai turun.

Akan tetapi jika kasusnya berbeda, kompres bayi tidak dapat menurunkan demam bayi, lalu harus bagaimana?

Bayi yang masih dalam tahap pertumbuhan, demam memang tidak dapat dipisahkan darinya. 

Daya tahan tubuh bayi menjadi faktor dan penyebab kenapa bayi sering sekali terkena demam.
Daya tahan tubuh bayi yang masih berusia 0-12 tahun memang sangat lemah sehingga rentan terserang penyakit bahkan terkena infeksi.

Pertolongan Pertama Pada Bayi Saat Terkena Demam
Bayi yang masih berusia 0-6 bulan memang belum memiliki mekanisme pengatur suhu tubuh yang baik. Terkadang, bayi yang terkena infeksi tidak memberikan reaksi apapun, suhu bisa jadi tetap normal tapi sesungguhnya bayi terkena infeksi. 

Sebagai indikator untuk mengetahui bahwa bayi terkena infeksi atau penyakit selain dengan melihat suhu badan juga dapat dilakukan dengan mengamati perubahan tingkah laku. Perubahan tingkah laku bisa menjadi salah satu indikator yang kuat daripada suhu tubuh bayi. 

Beberapa contoh yang dapat dijadikan indikator apakah bayi terkena infeksi atau penyakit lain diantaranya adalah 
  • badan bayi menjadi lemas, 
  • lesu, 
  • yang biasanya aktif menjadi tidak aktif, 
  • tidak mau makan.
Indikator diatas bukanlah merupakan indikator pasti untuk setiap bayi. Anda sebagai orang tua lah yang memahami betul bagaimana kondisi bayi Anda, kebiasaannya, dan tingkah lakunya. Jadi mulailah untuk mempelajari apapu perubahan yang ditunjukkan oleh bayi Anda.  

Berkaitan dengan demam bayi, Anda bisa membaca artikel mengenali demam (panas) atau kejang pada bayi agar Anda lebih mengerti panas atau demam yang bagaimanakah yang harus diwaspadai. 

Berapakah Suhu Normal Bayi? dan bilamana bayi dikatakan sedang demam?

Meskipun setiap bayi memiliki suhu normal yang berbeda-beda, namun tetap saja ada rentang suhu yang dapat dijadikan patokan.

Kebanyakan orang menganggap suhu normal berada pada angka 37 derajat celcius. Padahal, setiap orang memiliki suhu badan yang bervariasi. Berikut ini adalah rentang suhu normal pada bayi, anak-anak dan orang dewasa.
  • Suhu normal bayi : 36,1 – 37,7 derajat Celcius 
  • Suhu normal anak : 36,3 – 37,7 derajat Celcius 
  • Suhu normal dewasa : 36,5 – 37,5 derajat celcius

Jika melihat rentangan suhu normal diatas, dapat disimpulkan bahwa bayi dikatakan mengalami demam bila suhu tubuhnya mengalami kenaikan sampai pada 38 derajat celcius atau lebih.

Demam pada bayi terkadang datang secara tiba-tiba tanpa kita sadari. Sehingga pengetahuan mengenai suhu normal menjadi sangat penting untuk diketahui setiap orang tua.

Panas bayi yang naik turun memanglah wajar terjadi. Hal ini berkaitan dengan sistem ketahanan tubuh bayi yang hanya dapat meresponnya dengan perubahan suhu dan juga tingkah laku. 
Peningkatan suhu yang terjadi pada bayi menunjukkan bahwa bayi sedang berusaha  untuk melakukan perlawanan terhadap penyakit akibat infeksi, virus, bakteri atau lainnya. 

Haruskah hal itu dikhawatirkan?

Bayi yang tidak dapat berbicara dan hanya dapat mengutarakan sesuatu dengan menangis memang akan membuat setiap orang tua merasa gelisah bilamana tangisan bayi disertai dengan kenaikan suhu tubuhnya.
Rasa khawatir yang Anda tunjukkan itu adalah hal yang wajar. Akan tetapi janganlah rasa khawatir Anda menyebabkan Anda menjadi salah langkah dalam menghadapi panas bayi.

Perlu Anda ketahui bahwa sebenarnya peningkatakan atau tingginya suhu tubuh tidak dapat dijadikan indikasi pasti bahwa penyakit yang diderita semakin parah, yang jelas, saat itu tubuh sedang berusaha melakukan perlawanan terhadap penyakit akibat infeksi. 

Suhu tubuh yang tinggi membuat bakteri dan virus penyebab infeksi kesulitan untuk bertahan hidup. 

Itulah sebabnya mengapa terkadang demam dapat reda dengan sendirinya dalam 1-2 hari dan tak selalu butuh pengobatan.

Anda patut merasa khawatir bila suhu tubuh bayi sudah melebih 38 derajat celcius dan itu berlangsung lama. Bila terjadi demikian, segeralah periksakan bayi Anda ke dokter untuk mengetahui apakah ada infeksi atau gejala penyakit lain yang sedang menyerang bayi Anda.

Bagaiama cara mengukur suhu bayi?

Dari mana kita tahu kalau bayi demam? 

Kalau Anda punya kebiasaan mengecup kening bayi atau mengelus kepalanya dan merasa suhu tubuhnya lebih hangat, boleh jadi ia memang sedang demam. 

Tentu saja, selanjutnya Anda harus memastikan dengan menggunakan termometer. 

Jika suhunya lebih dari 38 C, berarti dia benar-benar demam. Inilah cara mengukur suhu yang benar:
  • Wilayah tubuh yang dapat dijadikan tempat pengukuran suhu yaitu anus, mulut, ketiak, dahi, dan telinga. Namun yang paling dianjurkan untuk bayi adalah anus, karena wilayah inilah yang paling mendekati suhu tubuh sebenarnya. Pengukuran suhu rektal atau melalui anus juga kerap digunakan untuk mendapatkan suhu tubuh yang lebih akurat pada pasien dengan banyak keringat.
  • Posisikan bayi dalam keadaan tengkurap atau dimiringkan, kemudian masukkan ujung termometer air raksa atau digital ke dalam anusnya. Jangan paksa masuk lebih dalam bila termometer sudah terasa tertahan. Tunggu sesaat hingga termometer berbunyi beep untuk yang digital atau tunggu 5 menit untuk termometer air raksa. Sebaiknya pengukuran diulang minimal 2 kali untuk memastikan.
  • Jika pengukuran di anus sulit dilakukan, termometer dapat juga diselipkan di ketiak. Pastikan ujngnya menempel di kulit. Setelah itu, tekan lengan bayi ke dadanya agar termometer benar-benar terjepit. Tunggu hingga terdengar bunyi beep untuk yang digital, atau tunggu 5 menit untuk termometer air raksa. Biasanya, hasil pengukuran di ketiak lebih rendah 0,5-1 C daripada pengukuran di anus. Pengukuran di mulut agak sulit karena harus diletakkan di bawah lidah sehingga membutuhkan kerja sama yang baik. Risikonya lagi, ujung termometer yang terbuat dari kaca bisa tergigit dan pecah.
  • Jangan melakukan pengukuran suhu sehabis bayi dimandikan karena suhu yang terukur akan lebih rendah daripada kondisi yang sebenarnya.

 

Penyebab Demam atau Panas pada Bayi

Sekilas tadi sudah disebutkan bahwa Anda harus mengenali demam yang terjadi pada bayi Anda agar dapat membedakan mana demam yang perlu dianggap serius atau hanya sebuah proses alami mempertahankan diri dari serangan infeksi.

Memang, dengan mengenali demam bayi, pengobatan akan menjadi lebih terfokus dan tepat sasaran.

Mungkin sekedar memberikan pemahaman kepada Anda apa saja yang menjadi penyebab demam pada bayi Anda. Berikut ini merupakan beberapa penyebab demam pada bayi Anda
  • Infeksi saluran pernapasan: bisa disebabkan oleh bakteri atau virus. Mulai dari pilek, flu, hingga radang tenggorokan.
  • Infeksi telinga.
  • Tonsilitis
  • Efek samping imunisasi.
  • Sinusitis.
  • Virus roseola.
  • Diare
  • Infeksi ginjal.
  • Batuk rejan.
  • Disentri.
  • Tifus.
  • Cacar air.
  • Demam berdarah.
  • Malaria.
  • Infeksi saluran kemih.
  • Pneumonia
  • Meningitis
  • infeksi darah.
  • Baju yang terlalu tebal

Pertolongan Pertama Saat Bayi Mengalami Panas atau Demam

Pertolongan pertama bila bayi demam, inilah beberapa langkah pertolongan pertama yang dapat dilakukan di rumah:
  • Sebetulnya demam merupakan mekanisme pertahanan tubuh terhadap serangan bakteri dan virus. Para ahli yakin, tubuh dapat lebih efektif melawan infeksi jika suhunya naik. Nah, jika perilaku bayi tidak berubah; tetap aktif bermain, mau minum dan makan MPASI, Anda tidak perlu memberinya obat penurun panas. Biarkan tubuhnya bekerja secara alami.
  • Kenakan pada bayi baju yang tipis, nyaman, dan menyerap keringat. Hindari baju tebal, baju hangat, atau selimut tebal.
  • Berikan ASI lebih banyak dan lebih sering. Bila usianya di atas 6 bulan dapat ditambah dengan air putih, kaldu ayam, kuah sayur, atau jus buah. Saat bayi demam, penguapan cairan tubuh meningkat. Bila asupan cairan kurang karena bayi kurang minum, ini dapat menyebabkan dehidrasi ringan lantaran kebutuhan air meningkat bila suhu tubuh meningkat.
  • Tempatkan bayi di ruangan dengan sirkulasi udara yang baik.
  • Jika suhu tubuh di atas normal tapi belum demam (antara 37,5-38 C) alias sumeng, bayi/anak tak perlu diberi obat penurun panas. Cukup dengan membuatnya nyaman dalam ruangan bersuhu normal dengan pakaian biasa (jangan diselimuti) dan minum yang banyak. Umumnya, temperatur manusia meningkat pada sore hari menjelang malam dan turun setelah tengah malam menuju subuh.
  • Jika temperatur tubuh terlalu tinggi, bayi akan merasa tidak nyaman, tidak bernafsu makan dan minum, serta sulit tidur yang justru membuatnya makin sakit. Jika demikian, berikan kompres hangat yang dapat menurunkan suhu tubuh dalam waktu 30-45 menit. Caranya, lepaskan seluruh pakaian bayi, kemudian lap sekujur tubuhnya dengan menggunakan handuk yang telah dibasahi air hangat, lalu keringkan. Ulangi beberapa kali hingga suhu tubuhnya turun. Kalau perlu, mandikan bayi dengan air hangat. Jangan pernah gunakan alkohol karena dapat terserap menuju pembuluh darah melalui kulitnya dan merusak jaringan saraf. Jangan pula gunakan air dingin/es karena akan membuat bayi tidak nyaman.
  • Gendong kanguru. Metode kanguru bisa dipakai untuk menurunkan suhu tinggi pada bayi/anak dengan cara memanfaatkan sistem pengaturan suhu tubuh ibu. Namun, cara ini hanya cocok untuk demam akibat sakit ringan. Secara psikologis gendong kanguru juga menenangkan bayi karena ia berada dalam pelukan ibu. Syaratnya, ada kontak kulit antara bayi dengan yang menggendong. Telanjangkan bayi dan dekaplah di dada di dalam baju Anda yang longgar.
  • Jika suhu sudah di atas 38 C, berikan obat penurun panas dalam bentuk drops (dengan pipet takar untuk bayi). Hati-hati dengan dosisnya karena harus diukur berdasarkan berat badannya (lebih baik tanyakan dulu pada dokternya lewat telepon). Ada 2 kelompok obat yang disarankan yakni ibuprofen dan asetaminofen/parasetamol, yang dapat diulang setiap 4 jam sekali (untuk asetaminofen) atau 6 jam sekali (untuk ibuprofen) bila suhu tubuh masih tinggi.Lebih amannya, lakukan pengulangan hanya setelah 6 jam. Yang tidak dianjurkan untuk bayi atau anak-anak di bawah 16 tahun adalah kelompok asetosal (seperti aspirin, aspilet) dan kelompok metamisol karena dapat berakibat fatal. Penting pula diperhatikan, jangan memberi bayi 2 kelompok obat sekaligus atau obat penurun panas yang merupakan kombinasi asetaminofen dan ibuprofen.
  • Ukur suhu bila perlu setiap 3 jam sekali (patokannya supaya gampang, pertama diukur pukul 6, kedua pukul 9, ketiga pukul 12, keempat pukul 15, dan seterusnya.) Atau, bisa juga setiap satu jam sekali agar lebih akurat. Catat dan berikan kepada dokter saat melakukan konsultasi. Pola suhu tubuh dapat membantu mengetahui kemungkinan penyakit yang diderita.
Baca: Obat herbal yang paling efektif turunkan panas atau demam