11/27/2015

Kencing Sambil Berdiri Ternyata Berbahaya dan Dapat Menyebabkan Lemah Syahwat dan Batu Ginjal

Kencing Sambil Berdiri Ternyata Berbahaya dan Dapat Menyebabkan Lemah Syahwat dan Batu Ginjal

Firdaus45 - Batu Ginjal. Kencing sambil berdiri merupakan salah satu penyebab utama kencing batu (batu ginjal). Selain batu ginjal, secara medis kencing sambil berdiri dapat menyebabkan seorang pria menjadi lemah syahwat.

Dalam ajaran Islam, kencing sambil berdiri memang tidak dianjurkan. Alasan utama tidak dianjurkannya seorang pria kencing sambil berdiri adalah karena dikhawatirkannya saat mereka kencing sebelum mendirikan shalat, terdapat sisa-sisa air seni yang dapat keluar ketika malakukan ruku' ataupun sujud. Kemungkinan najis yang diperoleh akibat kencing sambil berdiri adalah alasan utama tidak dianjurkannya seorang muslim kencing sambil berdiri.

Hampir setiap orang memandang remeh perkara semacam ini. Situasi dan kondisi serta waktu yang mendesak menjadi alasan setiap orang untuk memilih kencing sambil berdiri karena dianggap lebih cepat dan tidak ribet. Orang dulu mempunyai budaya melarang anak kencing berdiri sehingga kita sering mendengar pepatah “Guru kencing berdiri, murid kencing berlari”, karena memang terdapat efek negatif dari kencing berdiri.

Adanya kemungkinan orang yang sering melakukan kencing sambil berdiri akan mudah lemah syahwat dikarenakan kelenjar otot-otot dan urat halus sekitar zakar menjadi lembek karena air kencing dalam kantung kemih tidak terpancar habis. Berbeda dengan buang air jongkok, dalam keadaan bertinggung tulang paha di kiri dan kanan merenggangkan himpitan buah zakar. Ini memudahkan air kencing mudah mengalir habis dan memudahkan untuk menekan pangkal buah zakar sambil berdehem-dehem. Dengan cara ini, air kencing akan keluar hingga habis, malahan dengan cara ini kekuatan sekitar otot zakar terpelihara.

Rasakanlah, ketika buang air kencing berdiri ada rasa tidak puas, karena masih ada sisa air dalam kantong dan telur zakar di bawah batang zakar. Ia berkemungkinan besar menyebabkan batu ginjal. Kenyataan membuktikan bahwa batu karang yang berada dalam ginjal atau kantong seni dan telur zakar adalah disebabkan oleh sisa-sisa air kencing yang tak habis terpencar. Endapan demi endapan akhirnya mengkristal/mengeras seperti batu karang.

Jika anda biasa meneliti sisa air kencing yang tak dibersihkan dalam kamar mandi, anda bayangkan betapa keras kerak-keraknya. Bagaimana jika itu ada di kantong kemaluan Anda? Pastilah penyakit batu ginjal akan menghampiri anda Hal ini juga merupakan salah satu yang menyebabkan penyakit lemah syahwat pada pria selain dari penyebab batu ginjal.

Demikian hikmahnya Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Salam melarang kencing berdiri. Dan bagi muslim yang shalat, kadang setelah keluar dari WC dan mau shalat, ketika ruku' dalam shalat kita merasa ada sesuatu yang keluar dari kemaluan, itu adalah sisa air kencing yang tidak habis terpencar akibat dari kencing berdiri yang tidak tuntas keluar, hal ini menyebabkan shalat tidak sah karena salah satu sarat sahnya shalat adalah bersih dan suci dari najis baik hadats kecil maupun hadats besar, dan air kencing merupakan najis. Sehingga Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasalam sering mengingatkan dalam sabdanya: "Hati-hatilah dalam masalah kencing karena kebanyakan siksa kubur dikarenakan tidak berhati-hati dalam kencing".

Kencing Sambil Berdiri Ternyata Berbahaya dan Dapat Menyebabkan Lemah Syahwat dan Kencing Batu


Maka ada baiknya kita belajar adab-adab dan sunnah-sunnah di kamar mandi (WC) berikut agar kita banyak mendapatkan manfaat baik di dunia (kesehatan) maupun di akhirat (agama) yang telah diajarkan Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasalam:

Buang air jongkok
Buang air jongkok (tidak berdiri jika tidak terpaksa/darurat), agar kotoran bisa keluar tuntas sehingga tidak menjadi penyebab batu ginjal maupun lemah syahwat.

Menggunakan alas kaki
Menurut penelitian di Amerika di dalam kamar mandi/WC ada sejenis virus dengan type Americanus yang masuk lewat telapak kaki orang yang ada di WC tersebut. Dengan proses waktu yang panjang virus tersebut naik ke atas tubuh dan ke kepala merusak jaringan otak yang menyebabkan otak lemah tak mampu lagi mengingat, blank semua memori otak sehingga terkena gangguan pikun. Sandal hendaknya diletakkan di luar WC, jangan di dalam WC, karena semakin kotor, lembab dan tak mengenai sasaran kebersihan.

Dahulukan kaki kiri
Masuk kamar mandi/WC dengan kaki kiri dan keluar dengan kaki kanan Inilah sunnah yang diperintahkan oleh Nabi, dan juga disunnahkan untuk membaca doa sebelum masuk kamar mandi (doa dibaca di luar kamar mandi) dan setelah keluar dari kamar mandi. Berbeda jika kita masuk masjid dan rumah, masuk masjid atau rumah dengan kaki kanan dan keluar dengan kaki kiri.

Beristinja’ dengan air dan dengan tangan kiri
Beristinja’ (bersuci dan membersihkan kotoran) dengan air, bukan dengan tissue atau lainnya kecuali jika tidak ditemukan air ketika dihutan, padang pasir dsb. Boleh gunakan tissue tapi harus dibilas lagi dengan air setelahnya. Syarat kebersihan dan kesucian dari najis menurut syariat adalah hilang warna, hilang bau, dan hilang rasa dari najis tersebut. Beristinja’ juga disunnahkan dengan tangan kiri, inilah pembagian tugas dari tangan, bagaimana tangan kiri untuk urusan ‘belakang’ sedangkan untuk makan & minum disunnahkan dengan tangan kanan, jangan dicampuradukan, tangan yang untuk urusan belakang itu juga untuk makan. Dan Nabi melarang makan & minum dengan tangan kiri.

Jangan merancang/merencanakan sesuatu di WC
Nabi sangat melarang merencanakan atau membuat suatu rencana/ide/inspirasi di dalam WC, karena WC adalah markaznya syetan sebagaimana doa kita ketika hendak masuk WC: “Allahumma inni a’udzubika minal khubutsi wal khabaits”, Yaa Allah, aku berlindung kepada-Mu dari godaan syetan laki-laki maupun perempuan”. Karena dikhawatirkan rencana/ide/inspirasi yang didapat berasal dari bisikan syetan yang kelihatannya baik tapi setelah dijalankan ternyata banyak mudharat/keburukannya. Begitu juga setelah keluar WC, baca istighfar dan doa keluar WC. Secara adab dan budaya pun sangat tidak baik, masa sambil buang kotoran mencari ide/inspirasi atau merencanakan sesuatu yang baik apalagi sesuatu itu menyangkut hajat hidup orang banyak. Disunnahkan juga untuk menyegerakan keluar WC apabila hajat sudah selesai, bukan malah bernyanyi-nyanyi apalagi sambil baca buku atau Koran.

Demikianlah sedikit dari adab-adab di kamar mandi menurut sunnah Nabi, apabila sunnah diamalkan walaupun dalam kamar mandi maka kita ini juga namanya ibadah. Betapa sayangnya setiap hari kita ke kamar mandi beberapa kali tapi tidak mendapatkan pahala ibadah dengan menghidupkan sunnah. Padahal salah satu maksud dan tujuan manusia diciptakan adalah untuk ibadah.

“Dan tidaklah Aku (Allah) menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku”. (QS. Adz Dzariyat: 56)

Selama 24 jam setiap harinya, manusia disuruh beribadah, ibadah bukan hanya shalat, puasa, zakat, haji saja, tapi seluruh aktivitas kehidupan kita apabila mengikuti sunnah Nabi maka semuanya dihitung ibadah. Dalam Islam sekecil apapun aktivitas manusia, apapun bentuknya, semuanya ada adab-adab sunnahnya yang telah diajarkan oleh Nabi.

Artikel yang disarankan untuk menambah wawasan mengenai batu ginjal
1. Yuk Cari Tahu Apa Penyebab dan Gejala Batu Ginjal (Kencing Batu)
2. Bagaiamana Sih Pengobatan Batu Ginjal yang Baik dan Benar? Yuk Pelajari Disini
3. Waspada! Makanan Ini Menjadi Pemicu Batu Ginjal
4. Beberapa Makanan Yang Bagus Untuk Kesehatan Ginjal