Memahami Bagaimana Proses Pembentukan Air Susu Ibu (ASI)

Memahami Bagaimana Proses Pembentukan Air Susu Ibu (ASI)

Firdaus45 - Seputar Wanita. Air susu yang diproduksi oleh payudara wanita, sebenarnya terbentuk karena dipengaruhi oleh faktor prolaktin dan juga karena kontrol dari laktasi. Pembentukan air susu ibu (ASI) pada proses laktasi dipengaruhi oleh hormon prolaktin dan hormon oksitosin. Laktogen dalam payudara berfungsi untuk merangsang kelenjar susu memproduksi air susu ibu yang kemudian dengan bantuan hormon oksitosin air susu dapat keluar saat ada hisapan oleh bayi.

Dengan mengetahui bagaimana proses pembentukan asi, kita juga akan memahami bagaimana cara memperlancar asi bagi ibu yang baru menyusui akan tetapi kekusahan dalam menyusui karena asi tidak lancar. Untuk mengetahui bagaimana memperbanyak asi dapat anda baca pada artikel Cara Alami Meningkatkan ASI

Pembentukan air susu ibu pada ibu yang baru melahirkan, ada dua hal yang memiliki peran dalam hal pembentukan air susu ibu (ASI) dan juga dalam hal bagaimana ASI itu dapat dikeluarkan dan diberikan kepada bayi. Selain kedua hal ini, ada beberapa faktor yang mempengaruhi produksi asi berkaitan dengan jenis makanan yang dikonsumsi pada masa kehamilan.

Refleks Prolaktin (Proses Pembentukan Air Susu Ibu)

Menjelang akhir dari kehamilan, hormon prolaktin memegang peran penting dalam pembentukan kolostrum. Terbatasnya jumlah kolostrum pada payudara disebabkan karena aktivitas dari prolaktin terhambat adanya hormon esterogen dan progesteron yang tinggi dalam payudara ibu hamil.

Kolostrum akan meningkat jumlahnya seiring dengan proses melahirkan dan pada saat pemotongan tali pusar bayi. Selain itu, isapan bayi terhadap puting susu ibu yang dilakukan segera setelah ibu melahirkan juga membuat kolostrum dalam payudara meningkat. Hisapan yang dilakukan bayi terhadap puting susu membuat sebuah rangsangan pada payudara dan selanjutnya akan merangsang ujung-ujung syaraf sensorik yang berfungsi sebagai reseptor mekanik.

Rangsangan tersebut kemudian dilanjutkan menuju hipotalamus melalui medula spinalis untuk menekan pembentukan zat zat yang akan menghambat sekresi prolaktin. Sebaliknya, hipotalamus ini akan menekan agar zat-zat yang berfungsi dalam pembentukan prolaktin ditingkatkan. Faktor-faktor yang memicu keluarnya prolaktin selanjutnya akan merangsang adenohipofise sehingga keluarlah prolaktin.

Setelah prolaktin dapat terbentuk, kemudian alveoli yang berfungsi sebagai penghasil air susu juga akan terangsang dengan adanya hormon prolaktin tadi sehingga air susu dapat terbentuk dalam alveoli. 

payudara, kanker payudara, merawat payudara, memberikan asi, tips memproduksi asi, proses pembentukan asi,proses pembentukan asi,proses pembentukan asi dalam tubuh,proses pembentukan asi pdf,proses pembentukan asi pada ibu hamil,proses pembentukan asi saat hamil,proses pembentukan asi dalam tubuh ibu,proses pembentukan asi pada masa kehamilan,proses terbentuknya asimilasi,proses pembentukan hujan asid,artikel proses pembentukan asi dari darah

Pada ibu yang baru saja melahirkan, kadar prolaktin akan menjadi normal setelah 3 bulan melahirkan sampai selesai masa menyusui atau pensapihan. Selama masa menyusui tersebut, kadar prolaktin dalam payudara ibu menyusui tidak mengalami peningkatan walaupun terjadi hisapan oleh bayi pada puting susu. Meskipun prolaktin tidak mengalami peningkatan, akan tetapi air susu tetap bisa keluar saat terjadi hisapan pada puting susu ibu. 

Untuk kasus ibu yang baru saja melahirkan akan tetapi tidak menyusui bayinya, kadar prolaktin yang terkandung dalam payudara akan kembali normal setelah 2-3 minggu pasca melahirkan.

Sedangkan bagi ibu menyusui, kadang prolaktin dalam payudara seringkali menigkat disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya: pengaruh psikis atau stres, anastesi, operasi, rangsangan puting susu, hubungan kelamin, dan karena pengaruh obat-obatan.

Rerfleks Let Down (Proses Pengeluaran ASI)

Proses pengeluaran ASI yang sebelumnya sudah diproduksi pada saat reflek prolaktin dipengaruhi oleh rangsangan yang berasal dari hisapan bayi pada puting susu. Rangsangan yang berasal dari hisapan bayi kemudian diteruskan ke neurohipofise yang selanjutnya mengeluarkan oksitosin.  Hormon ini selanjutnya diangkut oleh darah menuju uterus dan menimbulkan kontraksi pada uterus sehingga terjadi involusi dari organ tersebut.

Oksitosin yang sudah sampai pada alveoli akan mempengaruhi sel mioepitelium dan menimbulkan kontraksi. Kontraksi ini akan memeras air susu yang telah terbuat dalam alveoli masuk menuju duktulus kemudian mengalir melalui laktiferus masuk ke mulut bayi.

Beberapa faktor yang mempengaruhi proses refleks let down adalah:
  • melihat bayi yang dilahirkan
  • mendengar suara tangisan bayi
  • mencium bayi
  • munculnya pikiran untuk menyusui bayi yang baru dilahirkan
Sedangkan proses pengeluaran ASI dapat terhambat oleh beberapa faktor diantaranya:
  • Perasaan bingung / panik
  • Rasa takut dan cemas
Yang perlu diperhatikan bagi ibu yang baru melahirkan dan hendak menyusui adalah tingkat stres. Stres yang muncul setelah melahirkan dapat memicu atau menghambat keluarnya ASI. Penghambatan keluarnya ASI dikarenakan adanya adrenalin yang yang membuat hormon oksitosin terhambat dan tidak dapat mencapai pada organ mioepitelium.

Faktoru yang menyebabkan asi tidak keluar diantaranya dikarenakan stres yang melanda ibu yang baru melahirkan akan berakibat terjadinya penumpukan Air Susu Ibu pada alveoli. Penumpukan air susu ini akan membuat payudara menjadi membesar. Bagi ibu menyusui, jika tidak dapat mengeluarkan ASI dan produksi asi terus berlanjut hal ini akan menyebabkan payudara terasa sakit dan rasa sakit yang ditimbulkan akan menambah stres yang dialami ibu yang baru melahirkan.

Haid

Kecantikan

Ibu dan Bayi

Wisata