Manusia Dilahirkan Sebagai Calon Pelayan

Dengan membaca judul diatas, saya rasa anda menrasa tidak setuju dan mungkin bertanya-tanya dan bersi keras menolak argumentasi dari judul diatas.

Silahkan anda berargumen dibawah ini apabila dalam tulisan kali ini saya salah dan membuat hati anda merasa tidak nyaman.

Mengapa saya beranggapan bahwa manusia dilahirkan sebagai calon pelayan??


Sebelumnya, pernahkan anda melihat seorang calon ibu yang sedang mengandung buah hatinya? Apa yang sering anda lihat saat seorang wanita sedang hamil? apa saja yang di lakukan oleh wanita hamil?

Mungkin pertanyaan diatas sudah cukup membuat anda menemukan jawabannya.

Benar sekali sekali bagi anda yang memikirkan bahwa seorang ibu hamil akan senantiasa memberikan perhatian khusus bagi sang janin. Selalu memberikan yang terbaik untuk kesehatan sang janin. Akan selalu menjaga agar dia terlahir normal sehat dan selamat. Betapa rajinnya seorang ibu memberikan pelayanan terhadap si calon bayi tersebut.

Meskipun dari kecil kita selalu dilayani tanpa harus meminta. Karena pada dasarnya setiap ibu selalu menginginkan yang terbaik bagi anaknya.

Saat kita baru dilahirkan, betapa sang ibu tanpa mengeluh melayani anda memandikan, menyuapi anda, menggantikan popok anda tanpa anda suruh-suruh. Pada saat anda berusia 1-2tahun, tak pernah anda minta, sang ibu akan selalu iklas memberikan asi kepada anda demi kesehatan yang sedang anda butuhkan.

Pada usia sekolah, selalu sang ibu mengajari anda hal-hal baik, mengajari anda membaca, membantu tugas sekolah anda dan lain sebagainya. Hal ini akan terus belanjut sampai sang ibu tak mampu lagi untuk melayani anda.

Pada titik balik inilah yang saya maksud bahwa manusia dilahirkan sebagai pelayan. Sungguh sangat ironis sekali jika dalam masa sang ibu tidak mampu lagi melayani anda namun anda dengan ringan hati meninggalkan ibu anda. Disinilah kita dituntut untuk mengetahui jati diri kita yang dilahirkan untuk melayani ibu kita yang dulu juga pernah melayani kita dengan setulus hati.

Karena disinilah pembelajaran kita sebagai pelayan dimana suatu saat nanti kita juga akan melayani anak kita. Tentunya kita tidak menginginkan hal serupa terjadi pada kita jika kita melalai tugas utama kita sebagai pelayan orang tua kita yang telah lebih dahulu melayani kita. Akan terasa sangat menyakitkan apabila hal serupa dilakukan oleh anak kita dimana usia kita telah beranjak tua. Rasa sesal dengan perlakuan kita terhadap ibu kita yang telah kita telantarkan akan selalu membekas dan tak mungkin terlupakan dipikaran kita. Penyesalan yang terlambat dan tak ada kesempatan untuk mengulanginya lagi.

Jadi disinilah yang dimaksud sebagai Manusia Adalah Calon Pelayan

0 Response to "Manusia Dilahirkan Sebagai Calon Pelayan"

Post a Comment

Berkomentarlah yang sopan, karena kesopanan mencerminkan kepribadian seseorang, ^_^

Kesehatan

Tips-Trik